Rabu, 16 April 2014

Kronologi kepergian Shasya Yunisha


FERDY Ali Arnaz, begitu tertekan, syok dan tak henti-henti menangis meskipun jenazah istrinya Shasya Yunisha telah dimakamkan.
Dia menangis histeris lantaran kondisi sang istri masih sehat dan tak punya riwayat penyakit terkecuali sesak nafas dan kejang-kejang sejak 4 hari terakhir setiap bangun tidur.
Ferdy tak pernah menyangka kejang-kejang tersebut akan benar-benar menutup lembaran hidup wanita berusia 25 tahun itu.
“Aku pikir dia hanya kecapekan,” kata Ferdy, kepada Bintang Online, Selasa (15/4) malam.
Saat baru menikah di tahun 2011 lalu, Syasha sempat mengalami hal yang sama. Hanya saja dia sembuh setelah didoakan oleh salah seoang pemuka agama. Dan rencananya dia akan kembali minta doa. Namun sebelum itu terjadi, Tuhan lebih dulu memanggil menghada-Nya.
Karena sudah 4 hari terakhir selalu sesak nafas dan kejang-kejang setiap bangun tidur, Senin (14/4) malam, sebelum tidur, Shasya mengeluh ketakutan kepada suaminya. Dia takut ketika bangun keesokan harinya akan kembali mengalami sesak nafas yang begitu membuat tenaganya terkuras.
“Mama takut Pa,” ucap Ferdy menirukan keluhan almarhumah.
“Enggak usah takut, ngapain takut, baca doa aja. Dia takut kejang lagi,” sambung Ferdy sembari menangis. Beberapa saat sebelumnya, Ferdy dan almarhumah juga masih sempat fitnes, nonton bareng, dan bercanda tawa.
Dan ternyata ketakutan Syasha menjadi kenyataan. Selasa (15/4) pagi dia kembali mengalami kejang-kejang dan sesak nafas hingga dilarikan ke rumah sakit di kawasan Pondok Cabe.
“Belum sempat ke rumah sakit, pas mau dibawa ke rumah sakit ngeluh di dada, jantungnya berhenti, enggak nafas lagi, nadinya berhenti,” kata Ferdy sambil sesegukan menangis.