Senin, 31 Maret 2014

Hati-hati, Sering Bohong Bikin Kita Mudah Sakit!

Ketika membaca judulnya pasti kita bertanya-tanya, apa hubungannya berbohong dengan sakit? Kelihatannya seperti tidak masuk akal. Tapi berdasarkan hasil penelitian oleh America Psychological Associaton, mereka yang jarang berbohong memiliki kesehatan fisik dan pikiran yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkata bohong.
Penelitian ini dilakukan pada 110 relawan yang memiliki usia 18 hingga 71 tahun. Selama 2 minggu mereka dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diminta untuk selalu jujur, sementara kelompok kedua tidak diberi instruksi apapun.
Semua relawan menjalani tes kebohongan dengan mesin detektor, tes kesehatan, dan penilaian hubungan untuk mengukur seberapa banyak kebohongan yang dilakukan. Demikin seperti dilansir Newsmaxhealth.
Ketika relawan banyak berbohong, kondisi kesehatan memburuk. Hal ini diungkapkan oleh kepala penelitian dan profesor psikologi di University of Notre Dame. “Ketika jumlah kebohongan mereka berkurang, kondisi kesehatan mereka meningkat.” Lanjutnya.
Yuk, mulai sekarang kita belajar untuk selalu berkata jujur, Karena kira sendiri yang akan merasakan manfaatnya ^^
(ctr/Newsmaxhealth)
Sumber : Yahoo.com

Golkar Segera Evaluasi Pencapresan Ical

TEMPO.CO Jakarta:Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Yoris Raweyai mengklaim mayoritas anggota partai berlambang pohon beringin  menginginkan  evaluasi terhadap pencalonan Aburizal Bakrie sebagai presiden. Keinginan menggelar evaluasi semakin menguat  pasca elektabilitas Ical, sapaan Aburizal, terus merosot.
"Wacana ini semakin kuat, maka kita akan menggelar evaluasi setelah Pemilu Legislatif nanti," kata Yoris saat dihubungi, Senin, 31 Maret 2013.
Ia menyatakan, Golkar memang sudah berencana untuk menggelar rapat pimpinan nasional khusus setelah pileg. Rapat ini awalnya hanya mengagendakan dua hal yaitu evaluasi pileg dan pencalonan calon wakil presiden. Akan tetapi, Golkar kemudian sepakat untuk mengubah agenda pencalonan cawapres jadi evaluasi pencapresan Ical, terutama jika hasil pileg tak sesuai target.
Menurut Yoris, telah terjadi anomali di Golkar sejak rapat pimpinan nasional  yang menetapkan Ical sebagai calon presiden. Golkar sebenarnya sengaja menetapkan sejak dua tahun lalu sebagai cara agar Ical mampu meningkatkan elektabilitas. Pada 7 Maret lalu, elektabilitas Ical 9,3 persen.
Akan tetapi, hal yang terjadi justru anomali karena elektabilitas Golkar terus meningkat tajam. "Tapi elektabilitas ARB cenderung statis bahkan menurun terus. Kita tentu tak mau kalah lagi. Sudah dua pemilu kalah terus," ujarnya.

Sumber : tempo.com

Jokowi bantah kampanye di Ponorogo saat Hari Nyepi

MERDEKA.COM. Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) membantah aksinya di Ponorogo, Jawa Timur sebagai kampanye. Jokowimengaku kehadirannya di Ponorogo bukan atas kehendaknya, melainkan sebagai undangan untuk menyampaikan pembekalan saksi.

"Saya diundang ke sini (Ponorogo dan Pacitan) untuk pembekalan saksi," jelasnya usai pembekalan saksi di Gazibu Swadaya, Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/3).

Jokowi mengatakan, pertemuan dengan petani di Desa Kauman, Widodaren, Ngawi dan pengrajin bambu di Desa Ringin Agung, Magetan, Magetan, adalah di luar kewenangannya. Karena sudah ada panitia yang mengatur ke mana saja dirinya pergi.

"Ya gimana. Saya gak tau panitianya. Jangan tanya saya dong. Kalau kampanye itu coblos nomor 4. Itu baru kampanye. Kita tidak menyampaikan visi misi dan tidak mengajak nyoblos," tegasnya.

Seperti diberitakan, PDIP hari ini tetap menggelar kampanye di Gedung Kesenian Ponorogo, Ponorogo, Jawa Timur. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah meliburkan seluruh kegiatan kampanye rapat umum terbuka secara nasional karena bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936.

Kampanye yang menghadirkan Jokowi ini awalnya disamarkan sebagai rapat terbatas dengan agenda pembekalan saksi se-Kabupaten Ponorogo. Namun, kenyataannya acara tersebut digelar secara terbuka. Bahkan hampir sekitar 500 orang hadir.

Selain dapat dihadiri siapa saja, acara ini juga dihiasi dengan atribut kampanye partai. Bahkan para hadirin menerima Surat Perintah Perjuangan yang diteken Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pantauan merdeka.com, isi orasi Jokowi tidak berbeda dengan yang disampaikannya saat kampanye terbuka di Malang, Cianjur dan Cilegon. Ia juga secara terang-terangan mengajak massa untuk memenangkan partainya yang mendapat nomor urut empat pada Pemilu Legislatif 2014.

"Ajak keluarganya, ajak tetangganya semua untuk ikut memenangkan PDI Perjuangan nomor empat," ajak Jokowi.
Sumber: Merdeka.com